Link

 

Kalender

May 2019
S M T W T F S
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

Komentar

SOSIALISASI BIOS 44 UNTK LAHAN GAMBUT DAN DANAU

SOSIALISASI BIOS 44 UNTK LAHAN GAMBUT DAN DANAU

Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo memberikan Sosialisasi BIOS 44 bertempat di ...

READMORE
KOREM 032/WIRABRAJA TERIMA TIM WASRIK POST AUDIT ITJENAD

KOREM 032/WIRABRAJA TERIMA TIM WASRIK POST AUDIT ITJENAD

Padang----- Untuk mengetahui sejauh mana masing-masing satuan kerja (Satker) telah bekerja...

READMORE
UNDERSTANDING HAKIKAT ANCAMAN NON-MILITER

UNDERSTANDING HAKIKAT ANCAMAN NON-MILITER

“I am concerned for the security of our great Nation; not so much because of any threat ...

READMORE
Komitmen Yang Harus Terimplementasikan

Komitmen Yang Harus Terimplementasikan

  Oleh : Kol Inf. Kunto Arief Wibowo (Danrem 032 Wirabraja) Artikel ----  Sungguh...

READMORE
Danrem 032/Wbr Kolonel Inf. Kunto Arief Wibowo, Ranah Minang Yang Kokoh Dengan Adat dan Agama

Danrem 032/Wbr Kolonel Inf. Kunto Arief Wibowo, Ranah Minang Yang Kokoh Dengan Adat dan Agama

Saat menjejakkan kaki di Bandara Internasional Minangkabau, 11 Januari 2019 lalu, sebuah b...

READMORE


UNDERSTANDING HAKIKAT ANCAMAN NON-MILITER

“I am concerned for the security of our great Nation; not so much because of any threat from without, but because of the insidious forces working from within.”
Douglas MacArthur

Oleh : Letkol Inf Endik H.S, S.Sos., M.I.Pol

Sebagai seorang prajurit TNI dan warga negara Indonesia, sudah merupakan kewajiban untuk memahami apa tugas pokok dan kewajiban seorang warga negara yang baik. Intinya, sebagai prajurit TNI memiliki tugas untuk menjaga kedaulatan NKRI dari segala ancaman, baik ancaman militer maupun ancaman non-militer (kerap disebut nirmiliter).


Pada umumnya prajurit dan publik hanya memahami maksud dari ancaman militer, namun kurang memahami apa itu ancaman non-militer. Padahal, ancaman ini tidak kalah hebatnya bila dibandingkan dengan ancaman militer, dimana bentuknya yang tidak terlihat seperti ancaman nyata, namun dapat berimbas terhadap kehancuran suatu negara. Pemahaman bahwa ancaman terhadap keutuhan Negara hanyalah hal yang bersifat kekerasan fisik seperti serangan/invasi militer negara lain dan pemberontakan baik itu Separatis dan serangan Teroris, merupakan gambaran paradigma lama dari bentuk Perang yang terus berkembang. Gambaran umum masih berkutat pada bentuk Perang Dunia I dan II, Perang Vietnam, Perang Afghanistan serta perang lainnya.

Ancaman Non Militer sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala namun semakin populer dan dianggap lahir dari perkembangan kemampuan manusia yang kita sebut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya Teknologi Informasi (Internet) yang berkembang sangat pesat sejak akhir abad 20 sampai dengan sekarang turut memberi andil dalam merubah bentuk peperangan. Peperangan yang disebabkan oleh hal-hal terbatas, seperti perselisihan wilayah negara, konflik kedaulatan, konflik agama, konflik ideologi, dan penyebab lainnya merupakan old school cause of war. Perang jaman Now atau perang modern kini berubah signifikan menjadi sesuatu yang berwajah manis, diterima oleh masayarakat namun menghancurkan kedaulatan Negara, right before we realized that we are already doomed.

Suatu strategi peperangan pada level tertinggi yang pernah diajarkan oleh Tsun Tzu melalui bukunya Art of War, tengah berlaku diantara kita tanpa kita sadari. Strategi peperangan terhebat yaitu “Memenangkan Perang Tanpa Harus Berperang”, sedang menggerogoti bangsa kita melalui ancaman Non Militer.

Perang Ekonomi AS dan Cina yang mengakibatkan harga barang di tanah air melonjak tinggi, masuknya TKA yang berlimpah merebut lapangan kerja tenaga kerja lokal, perselisihan sumber daya alam akibat global Kapitalisme, degradasi sosial budaya akibat internet/medsos, dan wabah penyakit baru di Indonesia yang menelan korban dengan penanganan bertahun-tahun lamanya (contoh; pada tahun 2012 menjadikan Indonesia sebagai negara dengan korban tertinggi di dunia akibat wabah flu burung,  wabah campak dan gizi buruk di papua pada tahun 2018, dan bahkan pada jaman dulu tahun 1962 terjadi wabah kolera dengan penanganan 10 tahun).

Beberapa hal tersebut diatas merupakan ancaman Nonmiliter yang dapat mengganggu atau bahkan menghancurkan kedaulatan NKRI. Untuk itu perlu kita memahami apa itu ancaman Non Militer dan bagaiman bentuk-bentuknya, sehingga setidaknya masyarakat dan prajurit TNI dapat mengantisipasinya untuk kemudian bersatu untuk “menghancurkan” ancaman tersebut.

PENGERTIAN
    Berikut adalah beberapa pengertian dari ancaman Non Militer yang perlu kita ketahui Bersama adalah sebagai berikut;

Ancaman non militer adalah ancaman yang tidak menggunakan kekuatan senjata, namun jika dibiarkan akan mengancam atau membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa.

Pada Hakikatnya ancaman Non Militer/Nir Militer adalah ancaman yang menggunakan faktor-faktor Non Militer yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan bangsa.

Non-traditional security issues have also been defined as those which are termed in contrast to traditional security threats and refer to the factors other than military, political and diplomatic conflicts but can pose threats to the survival and development of a sovereign state and human kind as a whole.

    Dengan melihat pengertian diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa ancaman Non Militer ini merupakan ancaman serius namun tidak kentara terlihat bahayanya secara nyata. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ancaman jenis ini malah diterima dengan baik. Bagaikan Serigala berbulu doma, bermuka manis di depan, namun menerkam dari belakang. Ancaman ini kemungkinan besar terjadi pada masa damai, menghancurkan dari dalam, perlahan namun pasti, membawa negara dalam ambang kehancuran.

BENTUK ANCAMAN NON MILITER
    Beberapa negara mengenal ancaman Non Militer sebagai ancaman non konvensional atau non tradisional. Namun, pada hakekatnya sama, adalah ancaman yang menggunakan faktor non militer, tanpa persenjataan dan kekuatan militer, bertujuan untuk menghancurkan suatu bangsa demi keuntungan suatu negara tertentu. Bentuk ancaman tersebut dapat dikelompokkan dalam beberapa bidang dimensi yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan informasi serta keselamatan umum.
Bidang Dimensi Ideologi.

Di masa lalu, Indonesia pernah menjadi salah satu basis perjuangan ideologi Komunis. Walaupun secara global, ideologi Komunis tidak populer lagi, namun ancaman ideologi Komunis masih menjadi bahaya laten yang patut diperhitungkan.

Bentuk baru perjuangan mereka adalah dengan melebur ke dalam budaya pop generasi muda, mengubah pandangan Komunis yang mengerikan menjadi hal yang  menyenangkan serta membentuk opini masyarakat / generasi muda terhadap sejarah Komunis yang dibuat semakin absurd. Ditambah lagi, pengaruh paham ideologi agama yang radikal semakin semerbak berkembang. Salah satu yang memicu perkembangan pesat pengaruh ideologi tersebut adalah perkembangan organisasi radikal yang semakin pesat, seperti ISIS, dsb.

Bidang Dimensi Politik.
Dalam perspektif sistem pertahanan Indonesia, politik memiliki peran penting sebagai salah satu penentu perdamaian atau konflik/perang. Menurut pengertian militer Indonesia, dalam hal ini TNI, perang merupakan kelanjutan dari kebijakan politik apabila diplomasi sudah mencapai titik akhir. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa ancaman politik dapat berpotensi menghancurkan pemerintahan dan negara secara total.

Sejarah Indonesia menorehkan catatan bahwa pemerintahan sering mengalami pasang surut yang diakibatkan oleh gejolak politik yang tak terkendali. Gejolak tahun 1966, Reformasi 1998, gerakan 212, dan gerakan Separatisme OPM. Ancaman politik tersebut dapat berasal dari dalam dan luar negeri. Masyarakat Internasional kerap mengintervensi Indonesia terutama dalam hal penegakan HAM. Demokratisasi, penanganan lingkungan hidup serta penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Bidang Dimensi Ekonomi

    Faktor Ekonomi merupakan faktor penting dalam keutuhan suatu negara, ibarat kebutuhan perut manusia, apabila tidak stabil akan menggoyahkan stabilitas pertahanan tubuh dan bahkan iman kita. Demi isi perut, manusia dapat melakukan hal gila agar tidak mati kelaparan. Begitu pula dengan negara, ekonomi yang kuat akan menopang stabilitas keamanan dan pertahanan negara. Bangsa dan negara dengan ekonomi yang stabil dan kuat akan memiliki power of bargaining yang kuat terhadap negara lain.
   
    Dalam konteks negara Indonesia, dimensi ekonomi yang dapat mengancam pertahanan negara seperti inflasi yang tinggi, pengangguran yang tidak terkendali, infrastuktur yang tidak berkualitas, daya saing yang rendah, barang impor menjadi pilihan masyarakat dan ketidaksiapan bangsa dalam menghadapi era globalisasi serta ketergantungan terhadap asing semakin menjadi. Akhirnya, kebijakan ekonomi akan menjadi komoditi asing dan monopoli perusahaan asing akan semakin menjerat pengusaha lokal dalam mengembangkan usahanya.

Bidang Dimensi Sosial Budaya
Ancaman jenis ini dapat berasal dari dalam dan luar negeri. Ancaman dari dalam biasanya didorong oleh isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan ketidakadilan. Isu-isu tersebut dapat berpotensi menjadi pangkal perlawanan masyarakat terhadap negara sehingga terbentuk menjadi gerakan Separatisme, Terorisme, perang antar suku dan bencana alam yang diakibatkan oleh manusia.

Pengaruh Sosial Budaya dari luar yang berpotensi mengancam negara adalah adanya format globalisasi dengan penetrasi terhadap budaya lokal menjadi beralih ke budaya asing yang negatif. Sebagai akibatnya, timbul benturan peradaban masyarakat, lambat laun masyarakat menjadi masyarakat yang individual, kearifan lokal yang terlupakan, merebaknya kehidupan malam yang bebas, dan kebiasaan negatif lainnya sehingga mengubah kebiasaan arif masyarakat tradisional.

Hal tersebut diatas dapat mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa, karena mengubah sifat bangsa menjadi masyarakat yang individualis, berego tinggi dan cenderung tidak peduli terhadap bangsanya sendiri. Persatuan mudah tergoyahkan karena kepentingan pribadi dan kelompok. Pancasila dan UUD 1945 semakin tenggelam dan tergantikan dengan hingar bingar kebebasan yang tidak terkendali.

Bidang Dimensi Teknologi Informasi.
    Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin maju pada dasarnya membawa kebaikan bagi umat manusia, namun sayangnya, IPTEK juga menyumbang pengaruh buruk. Teknologi Informasi yeng semakin berkembang via Internet semakin mengembangkan jenis kejahatan baru yang dapat mengancam keutuhan negara dan bangsa. Kejahatan Cyber (Hacker) dan kejahatan Perbankan (Digital Robbery and Money Loundry).
        Tantangan ke depan adalah bagaimana SDM Indonesia harus mengembangkan IPTEK lokal dalam menghadapi arus deras perkembangan TI dunia. SDM kita tidak kalah dalam mencetak generasi-generasi pintar. Sudah banyak anak-anak Indonesia yang menjuarai olimpiade Fisika, Matematika dan Kimia serta teknologi Robot. Bahkan, dalam konteks negatif, peretas Indonesia mencapai peringkat 10 besar di Indonesia.
        Kita harus siap menghadapi ancaman Teknologi Informasi, karena akibat dari TI dapat berpengaruh cukup luas, baik terhadap dimensi sosial budaya dan ideologi bangsa serta ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah dan bangsa harus segera menyiapkan wadah bagi generasi pintar Indonesia. Jangan sampai terjadi, generasi melek teknologi tersebut justru memilih mengabdi ke negara asing, akibat bangsa sendiri tidak pernah menghargai teknologi karya putera bangsa sendiri.
Bidang Dimensi Keselamatan Umum.
        Secara geografis Indonesia berada di Kawasan rawan bencana alam. Indonesia yang dikelilingi Ring of Fire, memiliki ratusan gunung berapi aktif dan potensi gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi dibanding negara lain di Kawasan Asia Tenggara. Kejadian bencana alam yang cukup massif di akhir tahun 2018, menjadi torehan sejarah kelam bangsa Indonesia. Gempa bumi dan Tsunami yang beruntun menelan korban jiwa dan harta yang tak terhitung.
        Kejadian bencana alam yang cukup tinggi tersebut tidak diimbangi dengan kesiapan aparat dan instansi yang mencukupi, terbukti dengan teknologi peringatan Tsunami banyak yang kuno dan rusak, ketidak siapan BMKG juga memperparah hal tersebut. Disini pemerintah harus solid dalam mengatur perundangan-undangan dalam penanganan bencana. Perlunya sinergitas organisasi terkait, seperti BPBD, TNI-Polri, BMKG, dsb. Kekurangan-kekurangan yang ada perlu segera dievaluasi dan diperbaiki. Ancaman keselamatan umum juga diperparah dengan standar keselamatan transportasi Indonesia yang rendah, seperti kecelakaan Pesawat Lion, tenggelamnya kapal Ferry di Toba dan beberapa lokasi lainnya serta kecelakaan lalulintas yang cukup tinggi di jalanan.
        Pembiaran terhadap keselamatan umum dapat berimbas pada tingkat kepercayaan bangsa terhadap kredibilitas pemerintahan dan aparat negara. Sehingga, menurunlah kebanggaan terhadap negara sehingga rawan timbul pemberontakan sepeartisme dan terorisme.
       
    Demikian tulisan singkat tentang Ancaman Non Militer, masih banyak lagi yang belum dapat dibahas secara mendetail dalam tulisan ini. Semoga dapat memberikan manfaat terhadap para pembaca, serta meningkatkan kewaspadaan sebagai bangsa yang mencintai negara dan bangsa Indonesia ini.

JAYALAH BANGSAKU, JAYALAH INDONESIA




KEGIATAN

ARTIKEL

No Testimonial Found.

Pejabat

  • KOLONEL INF KUNTO ARIEF. W., S.I.P

    DANREM 032/WBR

  • LETKOL INF JAJANG KURNIAWAN

    KASIPERS REM 032/WBR

  • KOLONEL KAV ASEP SALIHIN

    KASILOG REM032/WBR

  • LETKOL INF BUDI PRASETYO

    KASITER REM 032/WBR

  • KAPTEN CAJ (K) TUTI ANDAYANI

    KASETUM REM 032/WBR

  • MAYOR INF PONIDI

    DANDENMAREM032/WBR

  • MAYOR INF SYAWAL

    PASILOGREM 032/WBR

  • KAPTEN INF ANASRUL

    KA INFOLAHTA REM 032/WBR

  • LETKOL KAV SALIM KURNIAWAN DEWANTARA

    DANDIM 0304/AGAM

  • LETKOL ARH PRI ISDIAYANTO, SE

    DANDIM 0305/PASAMAN

  • LETKOL KAV SOLIKHIN, S.Sos, M.M

    DANDIM 0306/50 KOTA

  • LETKOL INF NANDANG DIMYANTI

    DANDIM 0307/TD

  • LETKOL ARM HERI PUJIYANTO, S. SOS

    DANDIM 0308 PARIAMAN

  • LETKOL ARH PRIO ISWAHYUDI

    DANDIM 0309/SOLOK

  • LETKOL INF IRVAN

    DANDIM 0310/SSD

  • LETKOL ARH WAHYU AKHADI, SH

    DANDIM 0311/PESSEL

  • LETKOL CPl SUDARSONO

    DAN DENPAL I/4 PADANG

  • LETKOL CHB WIRIADI

    DANDENHUB REM 032/WBR

  • MAYOR CAJ PASARIBU

    AJENREM

  • LETKOL CZI J .SIREGAR

    DANDENZIBANG I/4 PADANG

  • LETKOL CBA SUDARWIS

    DANDENBEKANG

  • LETKOL CPM MUHADINI

    DENPOM I/4 PADANG

Statistik Pengunjung

3060886
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
223
298
521
3049379
23290
10648
3060886

IP Anda: 34.229.76.193
Server Time: 2019-05-20 18:30:45


Pencarian


Advanced Search

Website Resmi Korem 032/Wirabraja. copyrights © 2012.
Designed by 1nformatika.net