Breaking News

Apresiasi Danrem 032 Kepada Tokoh Adat Sumbar Sikapi Situasi Wamena

Penrem 032 – Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arif Wibowo mengapresiasi atas komunikasi dan koordinasi yang dilakukan oleh segenap pemangku adat di Sumatra Barat terkait kerusuhan di Wamena yang mengakibatkan adanya korban dari  warga Minang yang ada disana. Danrem menilai, para sepuh dan tokoh adat yang ada sangat bijak dan tidak emosional, bahkan mengajak mencari alternatif solusi yang dewasa

Demikian yang disampaikannya disela sela kunjungannya di Sawahlunto kepada Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatra Barat dan warga Sawahlunto asal Papua, Selasa (1/10).

“Meski komponen cadangan lainnya ini memiliki peran sangat strategis yang keputusannya bisa memicu semangat dan kebangkitan. Ini yang kita dorong untuk menciptakan semangat positif. Saya sangat berterimakasih dan saya tidak sendiri, kita mau bersatu,” Ujar Danrem.

Saat ini situasi Wamena dalam keadaan baik memang berita berita berulang dan sebaran di media sosial sudah hampir menyimpang dengan keadaan sebenarnya. Penumpangan momen kerusuhan untuk kepentingan yang tidak baik dan tugas kita meyakinkan yang lain bahwa disitu aman.

“Banyak cerita yang tidak keangkat seperti, warga lokal yang ikut membantu korban korban kerusuhan. Dan pemerintah kita juga telah datang kesana dan disana juga sudah menjamin. Berita yang hanya terangkat yang korban saja, harusnya sebaran berita yang positif juga harus dimunculkan sehingga tidak semakin memperburuk situasi,” katanya.

Danrem mengimbau kepada seluruh warga minang, agar jaga persatuan, kompak, implementatif, segera selesaikan setiap permasalahan sekecil apapun. Jangan banyak janji. Jadikan perbedaan jadi kekuatan dan jangan menjadikan perbedaan sebagai sumber masalah.

Pada kesempatan ini, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatra Barat, M. Sayuti Dt. Rajo Pangulu mengajak seluruh masyarakat Minang agar bijak merespon tragedi kemanusiaan yang terjadi di Wamena Papua. Ketua LKAAM berharap orang minang, baik dikampung maupun dirantau untuk tidak terprovokasi dengan isu yang berkembang.

“Kalau ada orang Papua disini, kita jamin keselamatannya, bukan balas dendam. Pelaku kerusuhan biar aparat hukum yang menindaknya,” ditegaskan oleh Danrem.

Dt. Rajo Pangulu mengatakan, ninik mamak dan pemangku adat harus bahu membahu ikut ambil bagian menjaga stabilitas negeri.

“Kita sangat mengecam aksi kericuhan yang mengakibatkan perantau Minang ikut menjadi korban. Namun jangan sampai kita ikut ikutan anarkis dan balas dendam dari kejadian tersebut. Niniak mamak harus bisa menenangkan dan memberi pemahaman kepada anak kemenakan, agar tidak terprovokasi dan mendoakan saudara saudara kita yang ada di Papua bisa selamat,” ujarnya.

Seperti apa yang juga diungkapkan oleh Yance Dumupa, seorang perantau asal Papua yang telah menetap lama  di Sawahlunto. Ia berharap situasi di Papua segera membaik dan kembali damai seperti semula.

 “Saya berharap saudara saudara yang ada di Papua bisa untuk menahan diri. Demonstrasi menyuarakan pendapat boleh saja, tetapi jangan sampai berbuat anarkis yang merugikan semua pihak,” ujar Yance Dumupa.

Di mata Yance yang telah menetap di Sawahlunto sejak 2007 silam, bagi masyarakat yang ingin belajar apa itu perbedaan, apa itu Bhineka Tunggal Ika datanglah ke Sawahlunto. Sawahlunto yang multi etnis mampu hidup berdampingan dengan damai, meski berbeda suku, ras dan juga agama, ujarnya mengakhiri.(Pen)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About admpenrem032

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: