Breaking News

Antisipasi Ancaman, Korem 032/Wbr Luncurkan Program Patroli Kentongan

Korem 032 – Korem 032/Wirabraja meluncurkan program siaran tanggap bencana dan kamtibmas yang diberi nama ”Patroli Kentongan” bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Padang sebagai upaya mengedukasi dan menyebarluaskan informasi seputar tanggap bencana serta kamtibmas kepada masyarakat.

Program “Patroli Kentongan” ini langsung inisiatif dari Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, yang mana telah menginstruksikan kepada seluruh Kodim yang ada di jajarannya dalam rangka menjaga keamanan masyarakat dan mengantisipasi terjadinya bencana diwilayah binaannya masing masing dengan mengangkat kembali tradisi nasional yang dahulu pernah ada.

Peluncuran yang dilaksanakan di Kantor RRI Padang ini dirangkai dengan penanda tanganan nota kesepahaman (MoU) antara Korem 032/Wbr dengan RRI Padang, terkait dengan edukasi serta upaya dalam peningkatan kesadaran masyarakat dalam menghadapi setiap ancaman yang mungkin akan terjadi, seperti terjadinya bencana alam, gangguan keamanan,  peredaran narkoba dan penyakit masyarakat serta antisipasi terhadap pendatang baru yang mencurigakan.

“Patroli Kentongan” merupakan program edukasi bencana dan kamtibmas yang dilakukan oleh Korem 032/Wbr untuk mencegah dan meminimalkan risiko. Terlebih lagi Padang merupakan salah satu daerah yang rawan bencana,” kata Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 032 Kolonel Inf Budi Prasetyo yang mewakili Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, Minggu (8/12).

Lebih lanjut disampaikan, bahwa program ini juga untuk mengajak masyarakat kembali lebih peduli dan peka terhadap segala gangguan dan ancaman yang mungkin akan terjadi dilingkungannya masing masing seperti gangguan keamanan,  peredaran narkoba dan penyakit masyarakat serta antisipasi terhadap pendatang baru yang mencurigakan. Hal ini perlu dilakukan terkait maraknya aksi teror yang terjadi di Indonesia beberapa waktu terakhir ini, jelas Kasiter.

Menurut Kolonel Inf Budi, jika masyarakat sudah sadar bencana dan sadar akan segala kemungkinan yang dapat mengganggu ketertiban di masyarakat maka akan memiliki kesiapan dini dalam menghadapi setiap ancaman sehingga dapat mengurangi jatuhnya korban.

Konsep program Patroli Kentongan ini nantinya akan disiarkan setiap hari senin dan kamis selama satu jam pada pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB diisi tentang upaya menghadapi situasi tanggap bencana dan kamtibmas serta apa yang sudah dilakukan selama ini, ujarnya.

Dipilihnya RRI sebagai media untuk mensosialisasikan program Patroli Kentongan ini karena RRI adalah media yang dekat dengan masyarakat dan dengan adanya siaran ini maka sosialisasi soal sadar bencana  dan kamtibmas akan lebih cepat tersebar luas.

Ia menyampaikan setiap minggu akan diinfokan apa saja upaya yang telah dilakukan Korem 032 melalui jajaran Babinsa yang ada dilapangan  dalam meminimalkan risiko.

Kasiter menilai bahwa salah satu strategi meminimalkan risiko adalah dengan meningkatkan kepedulian masyarakat dengan mengangkat  kembali budaya lokal guna deteksi dini dan lapor cepat yaitu membunyikan kentongan, dimana pelaksanaannya nanti akan dilakukan oleh para Babinsa diwilayah binaannya masing masing yang bersinergi dengan masyarakat.

“Dahulu bila ada bencana maka masyarakat biasanya akan membunyikan kentongan dan belakangan kebiasaan ini sudah mulai hilang sehingga perlu dihidupkan kembali,” ujarnya.

Patroli kentongan  yang dilaksanakan ini merupakan bukti kepedulian Korem 032/Wbr terhadap situasi saat ini dalam mengantisipasi gangguan keamanan dan terjadinya bencana alam serta  dalam rangka hari Juang TNI AD tahun 2019.

Patroli ini juga merupakan wujud dari kemanunggal TNI – Rakyat yang bersinergi dengan seluruh komponen Bangsa. TNI AD, khususnya Satuan Teritorial  akan selalu melaksanakan Pembinaan Teritorial demi terwujudnya keamanan serta kesejahteraan rakyat. Kegiatan  ini mendapat respon positif dari masyarakat dengan rela dan ikhlas untuk ikut melaksanakan patroli kentongan. (Pen 032)

About admpenrem032

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: