Breaking News

Kasrem 032/Wbr Hadiri Apel Siaga Darurat Bencana Sumbar 2020

Korem 032 – Kepala Staf Korem (Kasrem) 032/Wbr Kolonel Inf Edi Nurhabad bersama Forkopimda menghadiri Apel Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang Dan Tanah Longsor Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2020 bertempat diLapangan Imam Bonjol, Padang, Sumbar, Jum’at(31/1/20).

Apel Siaga Darurat Bencana Sumbar 2020 ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sumbar  Prof.Dr.H. Irwan Prayitno, S.Psi., M.Sc. yang diikuti oleh pihak TNI, Polri, dan Instansi terkait lainnya.

Pada apel tersebut, Irwan Prayitno selaku pengambil apel menyampaikan seluruh Instansi Pemerintah yang ada di wilayah Sumbar harus selalu siap siaga terhadap terjadinya bencana, karena menurut prediksi ramalan BMKG, ESDM dan beberapa instansi terkait bahwa hujan masih tetap ada sampai bulan April.

Lebih lanjut disampaikan, untuk menindak lanjuti prediksi tersebut masing masing Instansi Pemerintah seperti TNI, Polri, Pemprov, Pemda, PMI, Tagana, Dinas Sosial, Semen Padang serta instansi terkait lainnya baik berada di Kabupaten maupun Kotamadya yang mempunyai wewenang di wilayah harus mempersiapkan segala sesuatu hal dan menyegerakan semuanya, ujar Gubernur.

Selanjutnya, Gubernur berpesan “marilah kita semua tanpa terkecuali bersama satukan langkah dan tekad dalam mengatasi persoalan tersebut. Apabila ada bencana yang terjadi pada suatu daerah, Komando secara otomatis mengambil alih dengan mempersiapkan Brigade Bencana termasuk Instansi Pemerintah di Kabupaten/Kota dimana daerahnya tidak terkena bencana, secara langsung memberikan pertolongan bantuan berupa air bersih, makanan, mengirimkan eskavator apabila terjadi longsor dan bantuan lainnya terhadap daerah disebelah yang terkena bencana”, pesan Gubernur Sumbar.

Gubernur Sumbar menjelaskan pemerintah sudah melaksanakan Latihan, edukasi, sosialisasi kepada masyarakat daerah bencana terus dilakukan sebagai antisipasi penanggulangan bencana, diharapkan kepada Bupati dan Walikota terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal ditepi pantai, sungai dan perbukitan untuk segera pindah dengan merelokasikan tempat mereka baik secara semi permanen maupun permanen, itu sangat penting dilaksanakan disebabkan bencana yang terus berulang, daerah kita rentan terhadap bencana dengan adanya hutan lebat, pegunungan dan perbukitan sehingga sering terjadinya potensi bencana seperti tanah longsor, banjir bandang, dan gempa.

Kemudian disampaikan, kita semua harus memikirkan untuk merancang suatu perencanaan mitigasi totalitas dan integral terpadu dengan melibatkan semua pihak termasuk pihak yang dilapangan ikut turun, bersama para pakar atau ahli.

Karena sesuai aturan yang ada Gubernur secara otomatis menjadi Dansatgas bencana, dengan bekerja sama dengan Danrem, Kapolda, dan BPBD yang bertindak sebagai wakil Dansatgas, selama ini kerja sama sudah pernah dilakukan dalam menanggulangi bencana gempa yang luar biasa terjadi pada tahun 2009 dengan memakan banyaknya korban, berdasarkan pengalaman sebelumnya, untuk itu marilah kita semua terlibat tanpa kecuali menanggulangi terjadinya bencana, tegas Gubernur mengakhiri.(Pen 032).

About admpenrem032

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: