Breaking News

Budidaya Ikan Keramba di Lahan Bekas Tambang Sijunjung

Korem 032 – Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo akan memberikan bantuan perahu karet dan keramba kepada kelompok budidaya ikan keramba di lahan bekas tambang emas illegal di Sungai Batang Ombilin, Jorong Koto Panjang, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Sijunjung.

Ia berharap, bantuan tersebut makin menguatkan nilai kebersamaan yang dibangun oleh masyarakat pembudidaya ikan keramba.

“Produksi penting, tapi yang saya senang dari bahasa bapak dan ibu adalah (budidaya ikan keramba) untuk kebersamaan dan persatuan. Ini seratus nilainya,” ucap Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, didampingi Dandim 0310/SSD Letkol Inf. Dwi Putranto, dalam dialog interaktif bersama kelompok ikan keramba Sungai Ombilin (Kirso) dan Kelompok Keramba Ujung Pulau, Sabtu (7/3/2020).

Bantuan perahu karet itu nantinya digunakan untuk keselamatan bagi peternak ikan keramba di Sungai Batang Ombilin.

“Utamakan keselamatan, karena kita bermain dengan alam, jangan sampai ada yang hanyut dan tenggelam,” tegasnya.

Selain itu, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo mengatakan, budidaya ikan keramba di Jorong Koto Panjang ini bisa jadi percontohan  penataan ruang kelola lahan bekas tambang menjadi nilai ekonomis.

Sementara “Kirso” merupakan kelompok perintis budidaya ikan keramba di lahan bekas tambang emas illegal di Jorong Koto Panjang. Lalu, muncul pula Kelompok Keramba Ujung Pulau dan lainnya. Umumnya, mereka adalah mantan penambang emas illegal yang memiliki kesadaran dan memulai usaha baru.

Kelompok budidaya ikan tersebut bersinergi dengan Kodim 0310/SSD dan Penyuluh Perikanan BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Wilayah Sijunjung. Hal ini solusi ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat karena dihentikannya tambang emas illegal, serta juga sebagai usaha dalam penyelamatan ekologi.

“Sekarang ada sekitar empat kelompok budidaya ikan keramba di Sungai Batang Ombilin di Jorong Koto Panjang, dan akan bertambah.  Maret ini, kami (Kirso) sudah bisa panen,” ujar salah satu peternak ikan keramba.

Menurut Ketua Kirso Aiyun Firdaus (45), budidaya ikan keramba di Sungai Batang Ombilin dimulai sejak lima bulan yang lalu. Awalnya, dia lakukan berdua dengan adiknya dan hanya dua keramba. Saat ini ada sekitar 14 keramba dan 16 peternak yang bergabung dengan Kirso. Kemudian bermunculan kelompok budidaya ikan keramba lainnya.

“Satu keramba rata-rata ukurannya 2×4,5 meter dan dimasukkan sekitar 3 ribu bibit ikan, yakni ikan raya dan nila,” terang Aiyun Firdaus .

Untuk biaya, tuturnya, menghabiskan sekitar Rp6 juta, terdiri dari pembuatan keramba (bambu) Rp2,6 juta dan modal bibit ikan 3 ribu ekor Rp3,3 juta. Diperkirakan masa panennya adalah setiap 3,5 bulan dengan perkiraan jumlah bersih 1 ton ikan per keramba.(Pen 032)

About admpenrem032

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: