Breaking News

Mantan Bai’at NII Menyatakan Ikrar Sumpah Setia Kembali Pada NKRI

PADANG,- Komandan Korem 032/Wbr (Danrem) Brigjen TNI Purmanto menghadiri acara Kegiatan cabut Bai’at NII massal mantan anggota NII (Negara Republik Indonesia) Kab. Tanah Datar, Kab. Solok, Kab Solok Selatan, Kab. Agam, Kota Payakumbuh, Kab 50 Kota, Kab. Sijunjung dan pengucapan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Gedung Maharajo Dirajo Batusangkar Nagari Baringin Kec. Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat, Jumat (29/4/2022) sore.

Proses cabut baiat NII dan pengucapan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut disaksikan oleh Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah, Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa P. SH. S. Ik MH, Danrem 032/WBR Bigjen TNI Purmanto, Kepala Densus 88 AT Pusat Irjen Pol Martinhus Hokum S. Ik, Kabinda Brigjen Sumbar Hendra S. Ip, Kakesbangpol Sumatera Barat, Kepala Pengadilan Negeri Sumatera Barat, Bupati Tanah Datar, Dandim 0307/TD Letkol Inf Wisyudha Utama, Kapolres Tanah Datar AKBP Ruly Indra Wijayanto S. IK. M. Si, Stalkolder Kabupaten Tanah Datar, Kakan Kesbangpol Tanah Datar Herizon, Kajari Tanah Datar, Ketua LKAAM Kab Tanah Datar, Ka Kemanag Kab Tanah Datar dan Awak media.

Dalam acara tersebut Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa P. SH. S. Ik MH menyampaikan dalam sambutannya, Alhamdulillah saya juga mengucapkan syukur pada hari ini hari yang ke-10 di bulan romadhon saudara-saudara mantan Bai’at NII lebih kurang 518 orang yang berasal dari berbagai kabupaten dan Kota di Prov Sumbar sudah mengucapkan ikrar dan kembali kepada NKRI yang berlandaskan Pancasila dan undang-undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, S.P menyampaikan dalam sambutannya Semoga Allah menjauhkan kita umatnya dari kesalahan kepada agama, negara dan bangsa dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan mendapatkan ampunan-Nya.

Hendaknya kita menyatu dengan masyarakat yang lain, bukan memisahkan diri atau mengkotak-kotakkan diri dan membentuk separatis yang memecah belahan persatuan. Bersatu padu merupakan rahmat, namun bila kita pecah belah merupakan satu bentuk azab.

Lanjut Mahyeldi menjelaskan Kita terjajah lama oleh Belanda sebelum kemerdekaan karena kita belum bersatu dan kita telah jadi korban politik Devided at Ampera dan setelah kita bersatu padulah baru tercapainya kemerdekaan. Kondisi ini juga lah yang saat ini dilakukan oleh kelompok tertentu, dimana Bai’at yang dibentuk sebagai upaya dalam memecah belah persatuan dan kesatuan. Indonesia bisa melawan penjajah adalah karena keutuhan tekad dalam mencapai tujuan Kemerdekaan RI. Jadi jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang memecah belah dan mengadu domba kita bersama hingga akan mudah dikuasi. Dalam agama pun juga disampaikan bahwa orang-orang yang suka mengadu domba merupakan golongan orang musyrik.

Mengakhiri sambutannya Gubernur Sumbar mengajak kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat terkhusus mantan Bai’at NII mari kembali bersatu dengan NKRI dalam menjaga kedaulatan Negara dan junjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
Pancasila merupakan nilai-nilai pemersatu bangsa, dan Nilai-nilai Pancasila tidak bertentangan dengan isi dan kandungan dari Al Qur’an. Maka dari ini jangan kita rusak nilai-nilai persatuan tersebut yang dapat merusak warisan kemerdekaan yang telah diperoleh dari hasil perjuangan nenek moyang kita. (Penrem 032)

About admpenrem032

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: