Pangdam I/BB Tekankan 3 Aspek Kepada Prajurit Yonif 131/Braja Sakti

Payakumbuh,– Dalam Rangka Kunjungan Kerja di Wilayah Korem 032/Wbr, Panglima Kodam Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin S.E M.Si, memberikan pengarahan kepada ratusan Prajurit Yonif 131/Braja Sakti bertempat di Mako Yonif 131/Braja Sakti Payakumbuh, Jumat (6/1/2023).

Kedatangan Pangdam I/Bukit Barisan didampingi sejumlah pejabat utama Kodam I/Bukit Barisan diantaranya Asintel Kasdam I/BB Kolonel Inf Robianto Gadji, Asops Kasdam I/BB Kolonel Inf Hindratno Devidanto, Aster Kasdam I/BB Kolonel Arh Dedik Ermanto. 

Turut pula mendampingi Danrem 032/Wbr Brigjen Purmanto beserta Kolonel Moehtar Indrya (Kasi Intel Kasrem 032/Wbr), Kolonel Nanang Siswoko (Kasi Ter Kasrem 032/Wbr), Mayor Edy Saputra Ginting (Dantim Intel Korem 032/Wbr) dan Mayor Sion Manihuruk (Kapenrem 032/Wbr).

Dalam arahannya, Pangdam I/BB mengingatkan untuk memiliki, menguasai 3 (tiga) aspek penting agar menang sebagai atlit tempur.

Sebab, sebagai atlet tempur, Prajurit TNI memiliki resiko yang tidak hanya soal menang dan kalah, namun resiko yang lebih tinggi yakni hidup dan mati, baik bagi dirinya sendiri, bagi orang lain maupun bangsa dan negara yang dilindungi.

Prajurit Infanteri harus terus berlatih dengan standar yang tidak biasa. Selain itu, prajurit TNI (Infanteri) jangan takut “bayangan”, jangan takut tantangan.  dimanapun dinas, Prajurit infanteri harus bangga dengan Infanteri.

” Ini kesempatan saya datang ke Bataliyon Inf 131/Braja Sakti setelah saya jadi Pangdam sudah sepuluh bulan, saya harus menyempatkan hadir. Kemudian pesan yang ingin saya sampaikan adalah Bataliyon Infanteri adalah atlet-atlet tempur, yang artinya mereka harus menjadi prajurit yang terus menerus berlatih dengan berat, terukur dan standar yang tidak biasa-biasa saja,” ucap Pangdam.

Pangdam I/BB juga menambahkan, karena sebagai atlet tempur, resiko Prajurit Infanteri tidak saja menang dan kalah, namun juga hidup dan mati. Untuk itu mereka harus menguasai tiga aspek penting agar menang. 

“Karena sebagai atlet tempur, resiko mereka bukan saja menang dan kalah, tapi hidup dan mati dirinya dan orang-orang yang dilindungi (bangsa, negara dan rakyat Indonesia, sehingga mereka harus menang,” tambahnya.

Tiga aspek penting yang harus dimiliki/dikuasi Prajurit Infanteri agar menang adalah, tanggap (punya kemampuan berfikir yang cerdas dan cepat mengambil keputusan dilapangan.

Kedua mentalitas yan kuat, tangguh, ulet dan pantang menyerah / aspek tanggon dan ketiga fisik yang prima, lincah dan kuat serta bisa atasi kesulitan fisik dilapangan dilakukan dengan cara berlatih yang teratur dan terukur.

Beliau juga mengingatkan bahwa kekuatan Prajurit Infanteri bukan orang per orang, namun terletak pada tim atau regu, untuk itu diminta terus membangun solidaritas.

“Kekuatan Infanteri ada pada di tim/regu, bukan orang per orang, unt itu terus tingkatkan solidaritas.” Imbuhnya.

Selain ke Bataliyon Inf 131/Braja Sakti, Pangdam Pangdam I/BB, Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin S.E M.Si, juga melakukan kunjungan kerja ke Denzipur 2/PS di Padang Mengatas serta sejumlah daerah lainnya di wilayah Korem 032/Wbr. (Penrem032)

About admpenrem032

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: